Digital Transformation
TTL (Time to Live)
TTL adalah durasi dalam detik yang menentukan berapa lama sebuah data DNS atau cache disimpan sebelum di-refresh, memengaruhi kecepatan propagasi perubahan dan beban server.
TL;DR: TTL (Time to Live) adalah angka dalam detik yang memberi tahu resolver DNS atau sistem cache berapa lama sebuah catatan boleh disimpan. TTL kecil berarti perubahan cepat tersebar tetapi beban server naik, sedangkan TTL besar lebih efisien tetapi lambat dalam propagasi migrasi domain atau hosting.
Apa itu TTL?
TTL muncul di banyak konteks: DNS record, HTTP cache header, dan CDN. Pada DNS, TTL misalnya 3600 artinya catatan cache selama 1 jam sebelum resolver query ulang. Pada CDN, TTL mengatur berapa lama file statis di-cache di edge node.
Perhitungan Sederhana
Jika TTL DNS diatur 86400 detik (24 jam) dan Anda mengubah IP server pukul 10.00, maka propagasi bisa memakan waktu hingga 24 jam. Rumus maksimum waktu propagasi:
$$t_{max} = \text{TTL saat perubahan dibuat}$$
Praktik umum: turunkan TTL ke 300 detik (5 menit) satu hari sebelum migrasi, lalu kembalikan ke 3600-86400 setelah stabil.
Panduan TTL
| Konteks | TTL Disarankan |
|---|---|
| DNS A record stabil | 3600-86400 detik |
| DNS sebelum migrasi | 300 detik |
| CDN asset versi (hash) | 31536000 detik |
| CDN HTML dinamis | 60-300 detik |
Kenapa Penting?
Dalam migrasi hosting klien, TTL yang terlalu besar sering menyebabkan sebagian pengunjung melihat situs lama selama berjam-jam. Menurunkan TTL sebelum cutover adalah praktik standar yang diajarkan Google Search Central.
Pertanyaan Umum
Apakah TTL memengaruhi SEO?
Secara tidak langsung ya. TTL kecil membantu propagasi perubahan URL atau konten lebih cepat, yang mempercepat re-indexing Google.
TTL 0 apakah aman?
Tidak disarankan untuk produksi. TTL 0 berarti tidak ada caching dan membebani authoritative server.