Digital Marketing

Typosquatting

Vito Atmo
Vito Atmo·9 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Typosquatting adalah pendaftaran domain yang sengaja meniru nama brand populer dengan salah eja (misalnya gooogle.com), untuk membajak traffic dari orang yang salah ketik. Praktik ini bisa merugikan brand lewat pencurian pengunjung, penipuan, atau perusakan reputasi.

Apa itu Typosquatting?

Typosquatting, kadang disebut URL hijacking, adalah praktik mendaftarkan nama domain yang sangat mirip dengan brand terkenal tapi mengandung kesalahan ketik umum. Contohnya menambah huruf (gooogle), menukar huruf, atau mengganti ekstensi. Tujuannya menangkap pengunjung yang salah mengetik alamat asli.

Analoginya seperti membuka toko dengan nama nyaris identik tepat di sebelah toko terkenal, berharap pelanggan yang salah masuk mengira itu toko aslinya. Sebagian pelaku typosquatting hanya memasang iklan, tapi sebagian lain menyalahgunakannya untuk phishing atau menyebar malware.

Jenis dan Risiko

BentukContoh Modus
Salah eja hurufMenambah atau menukar huruf pada nama brand
Ekstensi berbedaMemakai .net atau .co saat brand asli pakai .com
PhishingHalaman tiruan untuk mencuri data login
Penjualan balikMenahan domain lalu menjualnya mahal ke pemilik brand

Pengunjung yang masuk ke domain typosquat berisiko tertipu, terutama jika halaman dibuat menyerupai situs asli. Inilah kenapa SSL dan HTTPS serta edukasi pelanggan untuk mengecek alamat penting bagi brand.

Kenapa Penting?

Bagi pemilik brand di Indonesia, typosquatting mengancam dua hal: traffic dan reputasi. Pengunjung yang seharusnya sampai ke situs Anda bisa terbajak, dan jika domain tiruan dipakai untuk penipuan, nama baik brand ikut tercoreng. Langkah defensif yang umum adalah mendaftarkan variasi salah eja dan ekstensi populer dari nama brand Anda sendiri sebelum orang lain melakukannya.

Pertanyaan Umum

Apakah typosquatting ilegal?

Di banyak yurisdiksi, typosquatting yang memanfaatkan merek dagang bisa digugat lewat mekanisme sengketa domain. Namun penegakannya bervariasi tergantung negara dan bukti niat buruk.

Bagaimana cara melindungi brand dari typosquatting?

Daftarkan sendiri variasi salah eja dan ekstensi populer dari nama brand Anda, pantau pendaftaran domain mirip, dan edukasi pelanggan untuk selalu memverifikasi alamat sebelum memasukkan data.

Bagikan