Digital Marketing
Above the Fold
Area halaman web yang terlihat tanpa scroll saat pertama kali dibuka, biasanya menjadi fokus utama untuk hero, headline, dan CTA utama.
TL;DR: Above the fold adalah bagian halaman yang langsung terlihat saat user membuka website tanpa scroll. Istilah ini diadopsi dari koran lipat, dan tetap relevan untuk web karena riset Nielsen Norman Group menunjukkan user menghabiskan 57% waktu fokusnya di area ini.
Apa itu Above the Fold?
Above the fold, kadang disingkat ATF, mengacu pada area viewport awal sebuah halaman. Di desktop, biasanya area sekitar 1080 px pertama; di mobile, sekitar 600-800 px pertama. Area ini strategis karena user memutuskan dalam 3-5 detik apakah akan tinggal atau bounce. Riset Nielsen Norman Group menyebut rasio atensi 57% ATF vs 17% below the fold.
Konten di ATF sering juga berkaitan dengan LCP, karena elemen LCP umumnya adalah gambar hero atau heading utama di area ini.
Elemen Wajib di ATF
- Value proposition jelas dalam 1 kalimat
- 1 CTA utama yang spesifik
- Sinyal kredibilitas: logo klien, rating, atau jumlah user
- Visual yang mendukung pesan, bukan sekadar dekorasi
Kenapa Penting?
Dari pengalaman Vito Atmo mendesain landing page untuk klien personal branding seperti Yuanita Sekar dan Aris Setiawan, menempatkan value proposition yang spesifik di ATF (bukan tagline puitis) menaikkan conversion rate form sign-up sebesar 20-35%. Untuk bisnis, ATF adalah real estate termahal di website.
Pertanyaan Umum
Di era scrolling, apakah above-the-fold masih relevan?
Masih. Scrolling meningkat, tapi first impression tetap dibuat di ATF. User yang tidak tertarik ATF jarang scroll lebih jauh.
Apakah semua CTA harus di ATF?
Tidak. CTA utama wajib di ATF, tapi letakkan ulang CTA setiap 1-2 section supaya user bisa konversi di titik keputusan mereka.
Istilah Terkait