Digital Marketing

Cohort Retention

Vito Atmo
Vito Atmo·23 April 2026·3 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Cohort retention adalah metrik yang mengelompokkan pengguna berdasarkan waktu bergabung, lalu mengukur berapa persen yang masih aktif pada minggu atau bulan berikutnya. Rumusnya Rt=Ut/U0R_t = U_t / U_0 dengan U0U_0 jumlah pengguna awal cohort dan UtU_t pengguna yang masih aktif pada periode tt.

Apa itu Cohort Retention?

Cohort retention adalah sub-analisis dari kohort yang fokus pada pertanyaan "berapa persen yang kembali?". Formulanya:

Rt=UtU0×100%R_t = \frac{U_t}{U_0} \times 100\%

dengan U0U_0 adalah jumlah pengguna di awal cohort (misal semua signup Januari) dan UtU_t adalah pengguna yang masih melakukan aktivitas inti pada periode tt.

Contoh Perhitungan

Misal 1.0001.000 pengguna signup pada Januari. Bulan ke-2 tersisa 350350 aktif, bulan ke-3 240240, bulan ke-6 180180. Maka:

BulanAktifRetention
001.0001.000100%100\%
1135035035%35\%
2224024024%24\%
6618018018%18\%

Kurva retention yang sehat untuk SaaS B2B umumnya plateau di 202040%40\% setelah bulan ke-3.

Kenapa Penting?

Cohort retention memberi sinyal product-market fit yang lebih akurat daripada vanity metrics seperti total user. Untuk bisnis Indonesia di tahap awal, retention bulanan di atas 25%25\% pada bulan ke-3 biasanya indikator siap untuk scaling marketing automation.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya dengan churn rate?

Churn adalah kebalikannya, yaitu Churnt=1Rt\text{Churn}_t = 1 - R_t. Retention melihat yang bertahan, churn melihat yang pergi.

Periode apa yang paling tepat?

Tergantung produk. SaaS harian pakai mingguan, e-commerce pakai bulanan, produk berlangganan tahunan pakai kuartalan.

Bagikan