Digital Marketing

Cohort Retention

Cohort retention mengukur persentase pengguna dari satu kelompok (cohort) yang kembali memakai produk setelah periode tertentu. Metrik kunci untuk menilai kesehatan SaaS dan langganan.

Vito Atmo
Vito Atmo·21 April 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Cohort retention adalah metrik yang mengelompokkan pengguna berdasarkan waktu bergabung, lalu mengukur berapa persen yang masih aktif pada minggu atau bulan berikutnya. Rumusnya $R_t = U_t / U_0$ dengan $U_0$ jumlah pengguna awal cohort dan $U_t$ pengguna yang masih aktif pada periode $t$.

Apa itu Cohort Retention?

Cohort retention adalah sub-analisis dari kohort yang fokus pada pertanyaan "berapa persen yang kembali?". Formulanya:

$$R_t = \frac{U_t}{U_0} \times 100%$$

dengan $U_0$ adalah jumlah pengguna di awal cohort (misal semua signup Januari) dan $U_t$ adalah pengguna yang masih melakukan aktivitas inti pada periode $t$.

Contoh Perhitungan

Misal $1.000$ pengguna signup pada Januari. Bulan ke-2 tersisa $350$ aktif, bulan ke-3 $240$, bulan ke-6 $180$. Maka:

BulanAktifRetention
$0$$1.000$$100%$
$1$$350$$35%$
$2$$240$$24%$
$6$$180$$18%$

Kurva retention yang sehat untuk SaaS B2B umumnya plateau di $20$–$40%$ setelah bulan ke-3.

Kenapa Penting?

Cohort retention memberi sinyal product-market fit yang lebih akurat daripada vanity metrics seperti total user. Untuk bisnis Indonesia di tahap awal, retention bulanan di atas $25%$ pada bulan ke-3 biasanya indikator siap untuk scaling marketing automation.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya dengan churn rate?

Churn adalah kebalikannya, yaitu $\text{Churn}_t = 1 - R_t$. Retention melihat yang bertahan, churn melihat yang pergi.

Periode apa yang paling tepat?

Tergantung produk. SaaS harian pakai mingguan, e-commerce pakai bulanan, produk berlangganan tahunan pakai kuartalan.