Digital Marketing
Cohort Retention
Cohort retention mengukur persentase pengguna dari satu kelompok (cohort) yang kembali memakai produk setelah periode tertentu. Metrik kunci untuk menilai kesehatan SaaS dan langganan.
TL;DR: Cohort retention adalah metrik yang mengelompokkan pengguna berdasarkan waktu bergabung, lalu mengukur berapa persen yang masih aktif pada minggu atau bulan berikutnya. Rumusnya $R_t = U_t / U_0$ dengan $U_0$ jumlah pengguna awal cohort dan $U_t$ pengguna yang masih aktif pada periode $t$.
Apa itu Cohort Retention?
Cohort retention adalah sub-analisis dari kohort yang fokus pada pertanyaan "berapa persen yang kembali?". Formulanya:
$$R_t = \frac{U_t}{U_0} \times 100%$$
dengan $U_0$ adalah jumlah pengguna di awal cohort (misal semua signup Januari) dan $U_t$ adalah pengguna yang masih melakukan aktivitas inti pada periode $t$.
Contoh Perhitungan
Misal $1.000$ pengguna signup pada Januari. Bulan ke-2 tersisa $350$ aktif, bulan ke-3 $240$, bulan ke-6 $180$. Maka:
| Bulan | Aktif | Retention |
|---|---|---|
| $0$ | $1.000$ | $100%$ |
| $1$ | $350$ | $35%$ |
| $2$ | $240$ | $24%$ |
| $6$ | $180$ | $18%$ |
Kurva retention yang sehat untuk SaaS B2B umumnya plateau di $20$–$40%$ setelah bulan ke-3.
Kenapa Penting?
Cohort retention memberi sinyal product-market fit yang lebih akurat daripada vanity metrics seperti total user. Untuk bisnis Indonesia di tahap awal, retention bulanan di atas $25%$ pada bulan ke-3 biasanya indikator siap untuk scaling marketing automation.
Pertanyaan Umum
Apa bedanya dengan churn rate?
Churn adalah kebalikannya, yaitu $\text{Churn}_t = 1 - R_t$. Retention melihat yang bertahan, churn melihat yang pergi.
Periode apa yang paling tepat?
Tergantung produk. SaaS harian pakai mingguan, e-commerce pakai bulanan, produk berlangganan tahunan pakai kuartalan.
Istilah Terkait