Digital Marketing

DAU/MAU Ratio (Stickiness)

Vito Atmo
Vito Atmo·2 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: DAU/MAU Ratio adalah pembagian Daily Active Users dibagi Monthly Active Users, dipakai untuk mengukur stickiness atau frekuensi pemakaian produk. Skor 20 persen ke atas biasanya dianggap sehat untuk konsumer apps, sementara 10-15 persen wajar untuk produk berbasis kebutuhan periodik.

Apa itu DAU/MAU Ratio?

DAU/MAU Ratio adalah metrik klasik di dunia produk digital yang mengukur berapa banyak pengguna bulanan Anda yang juga muncul di hari tertentu. Formulanya: DAU / MAU x 100 persen. Angka 30 persen berarti rata-rata satu pengguna bulanan kembali 9 hari dalam sebulan.

Analoginya seperti kunjungan pelanggan ke kafe. MAU adalah daftar pelanggan unik dalam sebulan, DAU adalah jumlah pelanggan unik hari ini, dan rasionya menunjukkan apakah mereka kembali rutin atau cuma sekali sebulan. Metrik ini relevan untuk produk SaaS, aplikasi mobile, dashboard analitik, atau platform konten yang berharap audiens kembali rutin.

Cara Hitung dan Interpretasi

DAU/MAUInterpretasi
Di bawah 10 persenProduk dipakai sangat sporadis, biasanya use case sesekali
10-20 persenWajar untuk produk B2B atau utility
20-50 persenSehat untuk konsumer apps
Di atas 50 persenSangat tinggi, biasanya hanya messaging/social besar

Untuk produk Indonesia, benchmark harus disesuaikan dengan jenis use case. Aplikasi keuangan biasanya 15-25 persen, sementara content platform 20-35 persen.

Kenapa Penting untuk Marketer dan Founder?

Banyak marketer Indonesia fokus pada akuisisi (MAU baru) tanpa melihat retensi. DAU/MAU adalah cermin kasar apakah produk Anda layak diiklankan lebih banyak atau justru bocor di sisi retensi. Saat menangani Atmo LMS, kami menahan budget iklan selama satu kuartal hanya untuk menaikkan DAU/MAU dari 11 ke 19 persen sebelum scaling. Riset Nielsen Norman Group tentang user retention juga menekankan bahwa repeat usage adalah indikator product-market fit yang lebih jujur dari sekadar trafik.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya DAU/MAU dengan retention rate?

DAU/MAU adalah snapshot stickiness pada periode tertentu, sementara retention rate adalah persentase pengguna dari kohort awal yang masih aktif setelah N hari.

Apakah DAU/MAU cocok untuk semua jenis bisnis?

Tidak. Untuk produk yang use case-nya tahunan (misal pajak), pakai metrik retention kuartalan. DAU/MAU paling cocok untuk produk berfrekuensi harian atau mingguan.

Bagikan