Digital Transformation

HTTP Status Code (Kode Status HTTP)

Vito Atmo
Vito Atmo·8 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: HTTP status code adalah kode tiga digit dari server yang menjelaskan hasil permintaan halaman. Kode seperti 200, 301, dan 404 menentukan bagaimana browser dan mesin pencari memperlakukan URL Anda, jadi kode yang salah bisa merusak SEO.

Apa itu HTTP Status Code?

HTTP status code adalah jawaban singkat server atas setiap permintaan browser. Saat Anda membuka sebuah halaman, server membalas dengan angka yang merangkum apa yang terjadi: berhasil, dialihkan, atau gagal. Mesin pencari membaca kode ini untuk memutuskan apakah sebuah halaman layak diindeks. Pemahaman ini sering muncul saat menelusuri masalah di organic traffic atau membaca laporan crawl di Google Search Console.

Kelompok Utama

RentangArtiContoh
2xxBerhasil200 OK
3xxPengalihan301 permanen, 302 sementara
4xxKesalahan sisi klien404 not found, 403 forbidden
5xxKesalahan sisi server500, 503

Yang paling sering memengaruhi SEO adalah 301 dan 404. Gunakan 301 saat memindahkan URL permanen agar nilai peringkat ikut berpindah. Hindari membiarkan banyak 404 pada halaman yang dulu punya backlink.

Kenapa Penting?

Untuk pemilik website bisnis, status code yang salah bisa diam-diam menggerus performa. Redirect berantai memperlambat halaman dan mengaburkan sinyal ke Google. Halaman penting yang tidak sengaja mengembalikan 404 akan hilang dari indeks. Audit berkala terhadap status code adalah bagian dari menjaga website tetap sehat.

Pertanyaan Umum

Apa beda 301 dan 302?

301 berarti pindah permanen dan mengalihkan nilai SEO. 302 berarti sementara dan tidak dimaksudkan memindahkan peringkat.

Apakah 404 selalu buruk?

Tidak. 404 wajar untuk halaman yang memang sudah tidak ada. Yang bermasalah adalah 404 pada URL penting yang masih ditautkan atau punya backlink.

Bagikan