Digital Transformation

HTTP Status Code

Vito Atmo
Vito Atmo·7 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: HTTP status code adalah tiga digit angka yang dikirim server untuk menjawab request browser. Kode 2xx artinya sukses, 3xx artinya pengalihan, 4xx artinya kesalahan klien, dan 5xx artinya kesalahan server. Memahami status code membantu marketer dan developer mendiagnosis masalah SEO dan performa situs sebelum jadi insiden.

Apa itu HTTP Status Code?

Setiap kali browser meminta halaman, server membalas dengan kode status. Kode ini menjadi bahasa pertama antara situs dan crawler Google. Dari sisi SEO, kode yang salah dapat membuat halaman hilang dari indeks atau membuang link equity. Untuk konteks pengalihan, lihat redirect 301 dan redirect chain.

Jenis-jenis Utama

KodeArtiAksi yang Tepat
200 OKSuksesHalaman bisa diindeks
301 Moved PermanentlyDipindah permanenPakai untuk redirect SEO
302 FoundDipindah sementaraUntuk pengalihan jangka pendek
304 Not ModifiedCache validHemat bandwidth
404 Not FoundHalaman tidak adaPerbaiki atau redirect 301
410 GoneDihapus permanenSinyal kuat untuk de-index
500 Internal Server ErrorBug serverEskalasi ke tim teknis
503 Service UnavailableServer overloadPakai saat maintenance terjadwal

Dokumentasi resmi tersedia di MDN HTTP response status codes.

Kenapa Penting?

Per April 2026, Google Search Console melaporkan kategori "Halaman dengan masalah pengindeksan" yang sering dipicu oleh kode 4xx dan 5xx. Mengabaikan status code berarti membiarkan halaman bisnis hilang dari hasil pencarian tanpa peringatan eksplisit. Bagi pemilik website Indonesia, audit status code rutin adalah pemeriksaan dasar yang murah tapi berdampak.

Pertanyaan Umum

Apa beda 404 dan 410?

404 berarti halaman tidak ditemukan, mungkin sementara. 410 menyatakan halaman sengaja dihapus dan tidak akan kembali. 410 lebih cepat memicu de-indexing.

Apakah 302 cocok untuk migrasi domain?

Tidak. Migrasi permanen wajib pakai 301 supaya link equity berpindah. 302 hanya untuk pengalihan sementara.

Bagikan