Digital Marketing

Third-Party Cookies

Cookie yang dipasang oleh domain selain situs yang sedang dikunjungi, umum dipakai untuk pelacakan lintas situs dan iklan. Saat ini dibatasi oleh mayoritas browser.

Vito Atmo
Vito Atmo·24 April 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Third-party cookies adalah cookie yang dibuat oleh domain berbeda dari situs utama yang sedang dibuka pengguna, umumnya untuk pelacakan iklan lintas situs. Per April 2026, Safari dan Firefox sudah memblokir secara default, sementara Chrome masih dalam proses transisi menuju Privacy Sandbox.

Apa itu Third-Party Cookies?

Third-party cookies adalah file kecil yang disimpan browser atas permintaan domain pihak ketiga, bukan domain situs yang dikunjungi. Contoh: ketika pengguna membuka toko-abc.com, skrip iklan dari adserver.com dapat menyimpan cookie di browser pengguna untuk melacak aktivitas lintas situs.

Berbeda dengan first-party cookie (lihat First-Party Data) yang dipakai untuk login atau preferensi situs sendiri, third-party cookie punya fungsi utama pelacakan perilaku dan personalisasi iklan. Hal ini membuatnya menjadi sorotan regulator privasi seperti GDPR dan CCPA.

Cara Kerja dan Dampak

AspekFirst-Party CookieThird-Party Cookie
PembuatDomain situs itu sendiriDomain pihak ketiga
Fungsi umumSesi login, keranjang belanjaRetargeting, iklan lintas situs
Status 2026Diizinkan defaultDibatasi/diblokir browser utama

Safari memblokir sejak 2020, Firefox sejak 2021, Chrome menunda full block dan kini menawarkan kontrol pengguna melalui Privacy Sandbox.

Kenapa Penting?

Bagi marketer Indonesia, dampaknya nyata pada Retargeting dan Remarketing. Kampanye iklan yang sangat bergantung pada third-party cookie kini kehilangan jangkauan pelacakan. Solusi yang bertumbuh: kumpulkan First-Party Data dari form, newsletter, dan program loyalitas.

Pertanyaan Umum

Apakah third-party cookies sudah mati?

Belum sepenuhnya. Safari dan Firefox memblokir default, Chrome masih mengizinkan dengan kontrol pengguna. Namun tren industri mengarah ke pengurangan ketergantungan.

Bagaimana alternatifnya untuk marketer?

Fokus ke first-party data, email marketing, server-side tracking, dan contextual advertising yang tidak bergantung cookie lintas situs.