Digital Marketing
Remarketing
Strategi marketing menjangkau kembali pengguna yang pernah berinteraksi dengan brand melalui email atau iklan, berfokus pada hubungan dan konversi lanjutan.
TL;DR: Remarketing adalah strategi menjangkau kembali pengguna yang sudah pernah berinteraksi dengan brand, umumnya melalui email, SMS, atau push notification. Berbeda dengan retargeting yang fokus pada iklan berbayar, remarketing lebih menekankan komunikasi langsung berbasis data pelanggan yang sudah dimiliki.
Apa itu Remarketing?
Remarketing adalah praktik mengaktifkan kembali audiens yang pernah berinteraksi dengan brand, misalnya pelanggan lama, subscriber newsletter, atau pengguna yang meninggalkan keranjang belanja. Saluran utamanya adalah email, SMS, WhatsApp Business, atau notifikasi aplikasi.
Istilah ini sering tertukar dengan retargeting. Keduanya sama-sama menyasar audiens yang pernah kontak, namun saluran dan basis datanya berbeda. Remarketing menggunakan First-Party Data yang dimiliki bisnis, sementara retargeting umumnya memakai cookie dan platform iklan pihak ketiga.
Remarketing vs Retargeting
| Aspek | Remarketing | Retargeting |
|---|---|---|
| Saluran utama | Email, SMS, push notification | Display ads, social ads |
| Basis data | First-party (CRM, email list) | Cookie, pixel platform iklan |
| Biaya | Umumnya lebih rendah | Berbayar per impression atau klik |
| Personalisasi | Tinggi | Sedang |
Di banyak kasus, dua strategi ini dijalankan paralel. Remarketing menjaga hubungan jangka panjang, retargeting menjaring kembali pengunjung yang belum sempat memberikan data kontak.
Jenis Kampanye Remarketing yang Umum
- Abandoned cart sequence. Mengingatkan pelanggan yang meninggalkan produk di keranjang, umumnya 2-3 email dalam 72 jam.
- Post-purchase follow up. Upsell atau cross-sell setelah pembelian selesai.
- Re-engagement campaign. Menjangkau subscriber yang tidak membuka email selama 60-90 hari.
- Win-back campaign. Menarik kembali pelanggan yang sudah lama tidak bertransaksi.
Efektivitasnya bergantung pada kualitas segmentasi. Daftar email yang rapi memberi hasil jauh lebih baik daripada kampanye blast ke seluruh database.
Kenapa Penting?
Biaya akuisisi pelanggan baru umumnya 5-7 kali lebih tinggi dibanding memelihara pelanggan yang sudah ada. Data dari studi industri marketing retail di Asia Tenggara pun konsisten menunjukkan pola serupa. Remarketing menjadi cara paling efisien menurunkan CAC sekaligus menaikkan CLV.
Untuk marketer di Indonesia, remarketing juga cocok dengan perilaku konsumen lokal yang cenderung butuh beberapa titik kontak sebelum konversi, terutama di produk bernilai menengah ke atas.
Pertanyaan Umum
Apakah remarketing sama dengan email marketing?
Tidak sama persis. Email Marketing mencakup semua komunikasi via email termasuk ke leads baru. Remarketing lebih spesifik menyasar audiens yang sudah pernah berinteraksi.
Saluran apa yang paling efektif?
Email masih mendominasi untuk retensi jangka panjang. WhatsApp dan SMS efektif untuk kampanye dengan urgensi tinggi, namun perlu hati-hati agar tidak dianggap spam.
Istilah Terkait