Digital Marketing

Topics API (API Topik Privacy Sandbox)

Vito Atmo
Vito Atmo·2 Mei 2026·0 kali dibaca·3 min baca

TL;DR: Topics API adalah pengganti cookie pihak ketiga untuk targeting iklan berbasis minat, bagian dari Privacy Sandbox Google. Browser Chrome memilih beberapa topik mingguan dari riwayat pengguna (misal: Olahraga, Otomotif), lalu membagikannya ke situs yang meminta tanpa mengirim URL atau data pribadi. Per 2025, Topics API sudah aktif di Chrome stabil, tapi adopsi platform iklan masih bertahap.

Apa itu Topics API?

Topics API adalah salah satu API dalam inisiatif Privacy Sandbox dari Google. Browser secara lokal menganalisis riwayat browsing pengguna selama beberapa minggu terakhir dan menetapkan 5 topik minat (dari taksonomi sekitar 600 kategori publik). Saat sebuah situs memanggil API, browser hanya mengembalikan 3 topik (1 dari masing-masing 3 minggu terakhir), bukan riwayat detail.

Ini berbeda total dari cookieless tracking model lama yang mengandalkan ID unik pengguna. Topics API tidak mengirim identitas, hanya kategori minat yang sudah digeneralisasi. Cocok untuk targeting iklan kontekstual yang lebih privacy-friendly.

Bagaimana Topics API Bekerja?

TahapYang terjadi
1. KlasifikasiChrome lokal mengkategorikan situs yang dikunjungi ke salah satu dari 600 topik
2. AkumulasiSetiap minggu, browser memilih top 5 topik pengguna
3. PermintaanSitus memanggil document.browsingTopics()
4. PengembalianBrowser mengembalikan max 3 topik (random per minggu)
5. KontrolPengguna bisa lihat dan disable di Chrome Settings

Taksonomi publik bisa dilihat di dokumentasi resmi Privacy Sandbox. Daftar topik sengaja dibuat umum (Sports, Travel, Food) untuk menghindari kategori sensitif seperti agama atau politik.

Kenapa Penting bagi Marketer Indonesia?

Untuk brand yang bergantung pada targeting display iklan, Topics API menjadi jalur baru menggantikan cookie pihak ketiga. Walaupun resolusi targetingnya jauh lebih kasar dibanding cookie individual, kombinasi Topics API + first-party data + targeting kontekstual sudah cukup untuk menjaga performa kampanye di rentang 70-85% dari baseline cookie tradisional, berdasarkan studi awal yang dilakukan beberapa DSP global di 2024-2025. Brand Indonesia perlu mulai eksperimen sekarang agar tidak panik saat platform iklan menonaktifkan dukungan cookie pihak ketiga sepenuhnya.

Pertanyaan Umum

Tidak sepenuhnya. Topics API hanya menggantikan use case targeting berbasis minat. Untuk attribution dan frequency capping, Privacy Sandbox punya API terpisah seperti Attribution Reporting API.

Apakah pengguna bisa menolak Topics API?

Ya. Di Chrome Settings, pengguna bisa melihat topik yang dikenakan dan menonaktifkan fitur ini sepenuhnya. Sampai 2025, mayoritas pengguna belum mengubah default, sehingga adopsi cukup luas.

Apakah Topics API tersedia di browser lain?

Sampai 2026, Topics API hanya tersedia di Chrome dan turunannya (Edge, Brave dengan opt-in). Safari dan Firefox menolak mengimplementasikan dengan alasan privasi, dan punya pendekatan sendiri.

Bagikan