Formula Copywriting AIDA, PAS, dan BAB untuk Marketer Indonesia: Cara Memilih Kerangka yang Cocok dengan Kondisi Audiens di 2026
Tiga formula copywriting klasik yaitu AIDA, PAS, dan Before-After-Bridge. Pelajari cara memilih kerangka yang paling cocok berdasarkan kondisi audiens, jenis halaman, dan tahap funnel di 2026.
TL;DR: AIDA, PAS, dan Before-After-Bridge adalah tiga formula copywriting klasik yang sering dipakai di landing page bisnis. Pemilihan formula bergantung pada kondisi audiens. AIDA untuk audiens dingin, PAS untuk audiens yang sadar masalah, BAB untuk audiens yang butuh visualisasi transformasi.
Banyak halaman penjualan yang saya audit tahun ini terlihat rapi secara visual, tapi gagal di sisi struktur pesan. Headline tajam, CTA mencolok, namun bagian tengahnya melompat dari pengenalan langsung ke ajakan beli. Hasilnya, biaya iklan jalan, traffic naik, konversi stagnan.
Per April 2026, banyak pemilik website bisnis di Indonesia mulai sadar bahwa copywriting bukan sekadar pemilihan diksi. Copywriting adalah arsitektur pesan. Tiga formula yang konsisten saya pakai untuk membongkar arsitektur ini adalah AIDA, PAS, dan Before-After-Bridge. Ketiganya sederhana, tapi banyak yang salah memilih.
Kenapa Pemilihan Formula Penting
Setiap formula punya asumsi awal tentang kondisi pembaca. AIDA berasumsi pembaca belum kenal masalahnya, sehingga butuh perhatian dulu sebelum diarahkan ke aksi. PAS berasumsi pembaca sudah sadar masalah dan tinggal didorong ke keputusan. Before-After-Bridge berasumsi pembaca butuh visualisasi konkret tentang hidup setelah memakai solusi.
Salah memilih formula sama dengan menempatkan tangga di tembok yang salah. Pembaca yang sudah panas dengan masalahnya akan jenuh kalau dihadapkan pada AIDA panjang. Sebaliknya, pembaca yang masih dingin akan bingung kalau langsung ditembak dengan PAS yang menusuk masalah.
Tiga Formula, Tiga Skenario Audiens
| Formula | Kondisi audiens | Halaman cocok | Panjang typical |
|---|---|---|---|
| AIDA | Dingin, belum kenal masalah | Iklan kanal sosial, post awareness | 4-6 paragraf |
| PAS | Sadar masalah, butuh dorongan | Landing page, email follow-up | 3-5 paragraf |
| BAB | Butuh visualisasi transformasi | Halaman jasa, kursus, SaaS | 3-4 paragraf besar |
Patokan ini bukan kaku. Banyak halaman bagus mencampur dua formula. Misalnya, hero memakai AIDA untuk menarik perhatian umum, lalu bagian tengah pindah ke PAS untuk audiens yang sudah scroll lebih jauh.
Studi Kasus Penerapan di Proyek Klien
Saat membangun halaman penjualan untuk klien personal branding Yuanita Sekar, struktur pertama memakai AIDA murni. Hasilnya, conversion rate di rentang 1-2 persen meski traffic dari iklan stabil. Setelah diubah ke kombinasi PAS untuk hero dan BAB untuk bagian penawaran, conversion rate naik ke kisaran 3-4 persen dalam empat minggu pengukuran. Pelajaran dari kasus ini, audiens yang dijangkau iklan target Yuanita sebagian besar sudah sadar masalah personal branding tapi belum melihat jalur transformasinya.
Pada proyek website bisnis Vetmo, halaman jasa awal menggunakan struktur fitur-fitur. Setelah dirombak ke BAB, bounce rate halaman jasa turun signifikan karena pembaca melihat kondisi ideal yang ingin mereka capai sebelum membaca daftar fitur. Insight pendukung soal pola membaca pengguna web bisa dilihat di riset Nielsen Norman Group tentang struktur halaman.
Cara Menentukan Formula Sebelum Menulis
Sebelum membuka editor, tanyakan tiga hal pada diri sendiri. Pertama, apakah audiens datang dari sumber yang sudah memberi konteks masalah? Kedua, apakah penawaran berbasis transformasi atau berbasis fitur? Ketiga, di tahap funnel apa halaman ini berada? Jawaban tiga pertanyaan ini biasanya langsung mengarahkan ke salah satu formula.
Jangan memaksakan satu formula untuk semua halaman. Konsistensi dalam copywriting bukan tentang memakai kerangka yang sama di mana-mana, melainkan tentang mempertahankan tone dan janji brand di seluruh perjalanan pembaca.
Pertanyaan Umum
Apakah formula copywriting masih relevan di era video pendek?
Masih. Tahapan psikologisnya tidak berubah. Reels tetap memakai hook (Attention) dan payoff (Action). Yang berubah hanya format dan kecepatan transisi.
Berapa panjang halaman penjualan yang ideal?
Tidak ada angka tunggal. Yang menentukan panjang adalah kompleksitas penawaran dan tahap kesadaran audiens. Penawaran sederhana untuk audiens hangat cukup 800-1200 kata. Penawaran kompleks untuk audiens dingin bisa 2500 kata lebih.
Apakah AI bisa menggantikan formula copywriting manual?
AI bisa membantu menyusun draft awal, tapi pemilihan formula tetap butuh pemahaman audiens dan konteks bisnis. Tools tanpa kerangka strategis hanya menghasilkan copy generik yang mudah dikenali pembaca.
Penutup
Pilihan formula copywriting bukan soal selera, melainkan kecocokan dengan kondisi audiens. Mulai audit halaman penjualan dengan menanyakan satu hal sederhana, yaitu pada titik mana pembaca berada saat tiba di halaman ini. Jawabannya menentukan kerangka yang paling efisien membawa mereka ke aksi.
Artikel Terkait
Strategi Konten
Nano Banana untuk Marketer Indonesia: Strategi Konten Visual 2026
Model gambar Gemini 'Nano Banana' mengubah ekonomi produksi visual brand. Cara marketer Indonesia memakainya tanpa kehilangan identitas, dengan studi nyata.

Strategi Konten
Programmatic SEO Berbasis Glosarium: Strategi Otoritas Niche 2026
Cara membangun programmatic SEO berbasis glosarium yang aman dari thin content, lolos E-E-A-T, lengkap struktur halaman dan studi kasus Atmo LMS serta Vetmo.
Strategi Konten
Programmatic SEO untuk Marketer Indonesia: Cara Skala Konten Tanpa Sacrifice Kualitas 2026
Programmatic SEO sering disalahpahami sebagai shortcut. Yang membedakan berhasil dan gagal adalah disiplin data dan quality gate.
Butuh website yang benar-benar bekerja?
Hubungi Vito untuk konsultasi gratis 15 menit.
WhatsApp Sekarang