Digital Marketing

AEO Author Disambiguation Score

Vito Atmo
Vito Atmo·22 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: AEO Author Disambiguation Score adalah skor yang menunjukkan kemampuan AI Search membedakan satu author dari author lain dengan nama serupa. Skor rendah membuat sitasi sering salah dikaitkan ke nama lain. Marketer Indonesia dapat menaikkan skor ini lewat schema markup Person yang konsisten, profil sameAs yang lengkap, dan knowledge graph pribadi yang terhubung.

Apa itu AEO Author Disambiguation Score?

Saat ada banyak orang dengan nama mirip, AI Search harus memutuskan author mana yang benar saat menarik bukti. Skor disambiguasi mencerminkan seberapa yakin model AI atas identitas author. Skor tinggi berarti bukti dari author tersebut diatribusikan benar, sementara skor rendah membuat sitasi bocor ke profil lain. Konsep ini berkaitan erat dengan Author Vector Stability dan Entity Disambiguation Score.

Faktor yang Memengaruhi Skor

  • Schema Person konsisten di seluruh artikel (sameAs ke LinkedIn, GitHub, X, profil profesi).
  • Author byline yang stabil: nama lengkap sama persis di setiap halaman, bukan kadang "Vito" kadang "Vito Atmo".
  • Profil sameAs lengkap minimal 5-7 sumber pihak ketiga.
  • Konten konsisten kategori: author yang menulis di banyak domain berbeda lebih sulit disambiguasi.

Kenapa Penting?

Untuk personal brand di Indonesia dengan nama yang umum, skor disambiguasi rendah membuat sitasi AI bisa salah dikaitkan ke orang lain. Berdasarkan praktik di proyek personal branding seperti Yuanita Sekar dan Aris Setiawan, schema Person yang lengkap menaikkan probabilitas sitasi benar 2-3x dalam 60-90 hari. Ini juga mendukung pembentukan knowledge panel di Google.

Pertanyaan Umum

Apakah sama dengan E-E-A-T?

Tidak. E-E-A-T menilai kualitas konten, disambiguation menilai identitas author. Keduanya saling mendukung tapi diukur berbeda.

Berapa lama sampai skor naik?

Umumnya 60-120 hari setelah schema Person dan profil sameAs diaktifkan konsisten di seluruh konten.

Bagikan