Digital Marketing

CPC (Cost Per Click)

Vito Atmo
Vito Atmo·17 Agustus 2026·9 kali dibaca·3 min baca

TL;DR: CPC (Cost Per Click) adalah biaya rata-rata yang dibayar pengiklan setiap kali iklannya diklik pengguna. Rumusnya total belanja iklan dibagi total klik. Besaran CPC ditentukan lelang real-time di platform seperti Google Ads, Meta Ads, dan TikTok Ads. Di Indonesia per 2026, CPC Google Ads kategori jasa profesional umumnya berada di rentang 2.000 sampai 15.000 rupiah tergantung kompetisi keyword.

Apa itu CPC?

CPC (Cost Per Click) adalah model penagihan iklan digital di mana pengiklan hanya membayar saat iklan diklik, bukan saat ditayangkan. Berbeda dengan CPM yang menagih per seribu impresi, CPC mengikat biaya pada aksi pengguna sehingga budget tidak terbuang untuk tayangan pasif.

CPC adalah metrik turunan, dihitung dari total spend dibagi total klik. Yang menentukan CPC sebenarnya adalah lelang real-time di platform iklan, Quality Score iklan, dan kompetisi pengiklan untuk keyword yang sama.

Cara Kerja CPC di Lelang Iklan

KomponenPengaruh
Bid (penawaran maksimum)Batas atas yang Anda bersedia bayar per klik
Quality ScoreRelevansi iklan, landing page, dan CTR historis
KompetisiJumlah pengiklan yang mengincar keyword sama
Posisi targetPosisi atas (1-3) lebih mahal dibanding bawah

Rumus Ad Rank Google: Bid x Quality Score. Dua pengiklan dengan bid berbeda bisa dapat posisi sama jika Quality Score salah satunya jauh lebih tinggi. Mekanisme lelang dan pembulatan biaya aktual dijelaskan Google di dokumentasi cost-per-click bidding.

Contoh Penerapan di Indonesia

Sebuah agensi jasa profesional di Jakarta memasang budget 3 juta rupiah per bulan di Google Ads Search. Dengan CPC rata-rata 6.000 rupiah, budget itu menghasilkan sekitar 500 klik. Jika conversion rate landing page 4 persen, hasilnya 20 lead per bulan, atau CPA 150.000 rupiah per lead.

Perhitungan sederhana ini menunjukkan CPC tidak berdiri sendiri. Menurunkan CPC dari 6.000 ke 4.500 rupiah menambah sekitar 167 klik, tapi memperbaiki conversion rate dari 4 ke 6 persen memberi dampak lebih besar tanpa menyentuh belanja iklan sama sekali.

Kenapa Penting?

Untuk marketer Indonesia, CPC adalah alarm awal efisiensi kampanye. CPC yang melonjak 30 sampai 50 persen tanpa perubahan setting biasanya menandakan kompetitor baru masuk lelang atau Quality Score iklan turun. Per 2026, banyak kategori e-commerce Indonesia mengalami inflasi CPC karena agresivitas seller besar di Tokopedia dan Shopee Ads. Angka ini bervariasi tergantung industri dan periode kampanye.

CPC rendah belum tentu sehat. Yang lebih penting adalah CPA dan ROAS. Iklan dengan CPC 1.500 rupiah tapi konversi 0 persen lebih boros daripada CPC 8.000 rupiah dengan konversi 5 persen.

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara menurunkan CPC?

Naikkan Quality Score dengan memperbaiki relevansi iklan ke landing page, gunakan keyword long-tail yang kurang kompetitif, dan tambah negative keyword untuk menyaring klik tidak relevan.

CPC berapa yang dianggap baik?

Tergantung industri. Benchmark global Google Ads menunjukkan CPC rata-rata 1 sampai 2 USD untuk Search Network. Di Indonesia kategori SaaS B2B bisa 10.000 sampai 30.000 rupiah, sementara fashion ritel sering di bawah 2.000 rupiah.

Apa bedanya CPC dan CPM?

CPC menagih per klik, CPM menagih per seribu tayangan. CPC cocok untuk kampanye yang mengejar traffic dan konversi, CPM cocok untuk kampanye awareness yang mengejar jangkauan seluas mungkin.

Bagikan