Digital Transformation

Miller Law (Hukum Miller)

Hukum Miller menyatakan rata-rata orang hanya bisa menyimpan 7 plus minus 2 item di memori jangka pendek, sehingga menu dan navigasi web harus dipotong jadi kelompok kecil agar mudah diingat.

Vito Atmo
Vito Atmo·3 Mei 2026·0 kali dibaca·3 min baca

TL;DR: Hukum Miller (Miller Law) adalah prinsip psikologi kognitif dari George A. Miller (1956) yang menyatakan rata-rata orang hanya bisa menyimpan 7 plus minus 2 item dalam memori jangka pendek. Dalam desain web dan marketing, hukum ini dipakai untuk membatasi jumlah pilihan menu, item navigasi, atau opsi formulir agar pengguna tidak kewalahan.

Apa itu Miller Law?

Miller Law berasal dari paper George A. Miller berjudul "The Magical Number Seven, Plus or Minus Two" yang terbit di Psychological Review tahun 1956. Intinya, kapasitas memori jangka pendek manusia terbatas pada 5 sampai 9 unit informasi. Dalam praktik desain modern, angka ini sering disederhanakan jadi pedoman: jangan tampilkan lebih dari 7 item navigasi atau pilihan dalam satu kelompok. Untuk memperluas konteks ini, lihat juga Cognitive Load dan Hicks Law.

Penting dicatat, riset modern memperhalus angka ini. Beberapa studi menyebut kapasitas memori kerja sebenarnya lebih dekat ke 4 plus minus 1 untuk objek kompleks. Jadi gunakan 7 sebagai batas atas, bukan target.

Cara Menerapkan di Desain Web

Cara paling umum menerapkan Miller Law adalah lewat teknik chunking, yaitu mengelompokkan informasi jadi grup kecil yang bermakna.

KonteksPraktik
Navigasi utamaMaksimal 7 item, ideal 5
Form panjangPecah jadi step 3-5 field per layar
Daftar produkKelompokkan berdasar kategori, bukan list datar
Nomor teleponFormat 0812-3456-7890, bukan 081234567890
Pilihan filterGroup by tipe (harga, brand, ukuran)

Contoh konkret: situs Tokopedia membatasi menu kategori utama jadi 6 grup besar, lalu memecah ribuan kategori turunan ke dalam mega menu. Ini adalah aplikasi Miller Law yang sehat.

Kenapa Penting bagi Marketer Indonesia?

Pengguna mobile Indonesia rata-rata menghabiskan kurang dari 3 detik untuk memutuskan apakah halaman relevan. Kalau menu utama berisi 12 item, otak pengguna kehabisan kapasitas sebelum sempat memilih. Hasilnya: bounce rate naik, conversion rate turun. Memotong navigasi dari 10 menjadi 5 sering memberi peningkatan klik 15-25 persen, walau angka pasti tergantung industri.

Pertanyaan Umum

Apakah angka 7 berlaku absolut?

Tidak. Studi Cowan (2001) menunjukkan kapasitas memori kerja sebenarnya lebih dekat ke 4 plus minus 1 untuk informasi kompleks. Gunakan 7 sebagai batas maksimal, target 5 untuk menu utama.

Apa beda Miller Law dengan Hicks Law?

Miller Law fokus pada kapasitas memori (berapa banyak yang bisa diingat). Hicks Law fokus pada waktu pengambilan keputusan (semakin banyak pilihan, semakin lama memutuskan). Keduanya saling melengkapi dalam desain UX.

Bagaimana menerapkan Miller Law di mega menu?

Gunakan dua tingkat: 5-7 kategori utama yang selalu terlihat, lalu sub-item di-collapse jadi grup yang muncul saat hover atau klik. Pengguna hanya perlu memproses kelompok aktif.

Bagikan