Digital Marketing
Quick Ratio (SaaS)
Quick Ratio SaaS adalah rasio antara revenue baru plus expansion dibanding revenue yang hilang dari churn dan downgrade dalam periode tertentu.
TL;DR: Quick Ratio SaaS mengukur kecepatan pertumbuhan bersih: (New MRR + Expansion MRR) dibagi (Churn MRR + Contraction MRR). Rasio di atas 4 dianggap sehat untuk SaaS yang sedang scaling. Quick Ratio rendah berarti tim sales menutupi kebocoran retention, bukan tumbuh.
Apa itu Quick Ratio?
Quick Ratio adalah metrik kesehatan SaaS yang membandingkan pertambahan MRR dengan kehilangan MRR. Angka di atas 4 berarti setiap 1 rupiah revenue yang hilang ditutup oleh 4 rupiah revenue baru atau expansion. Rasio ini sering dipakai investor untuk menilai apakah pertumbuhan top-line benar-benar sehat atau hanya menutup kebocoran.
Berbeda dengan CAC atau CAC Payback, Quick Ratio fokus pada bersihnya pertumbuhan, bukan biaya akuisisi.
Cara Hitung
Quick Ratio = (New MRR + Expansion MRR) / (Churned MRR + Contraction MRR)
Contoh: bulan ini SaaS Anda menambah Rp 100 juta MRR baru, expansion Rp 30 juta, churn Rp 20 juta, contraction Rp 10 juta. Quick Ratio = 130 / 30 = 4,33.
| Quick Ratio | Interpretasi |
|---|---|
| Di bawah 1 | Bisnis menyusut |
| 1 sampai 2 | Pertumbuhan rapuh |
| 2 sampai 4 | Sehat, perlu monitoring |
| Di atas 4 | Pertumbuhan kuat |
Kenapa Penting?
Banyak SaaS Indonesia mengejar pertumbuhan top-line tanpa melihat retensi. Quick Ratio mencegah ilusi pertumbuhan: tim sales bisa saja menutup deal baru sementara existing customer pelan-pelan churn. Untuk founder yang sedang fundraising, Quick Ratio jadi sinyal cepat apakah growth-nya defensible.
Pertanyaan Umum
Apa bedanya Quick Ratio dengan Net Revenue Retention?
NRR mengukur retensi cohort existing, Quick Ratio mengukur kecepatan pertumbuhan bersih termasuk akuisisi baru.
Apakah Quick Ratio relevan untuk B2C?
Kurang relevan untuk B2C transaksional. Lebih cocok untuk model langganan dengan MRR jelas.
Istilah Terkait