Digital Marketing
DAU/MAU (Stickiness Ratio)
DAU/MAU adalah rasio pengguna aktif harian terhadap pengguna aktif bulanan, dipakai untuk mengukur seberapa sering pengguna kembali ke produk atau platform digital.
TL;DR: DAU/MAU membandingkan pengguna aktif harian (Daily Active Users) dengan pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users). Rasio yang lebih tinggi menandakan stickiness lebih kuat. Sebagian besar produk konsumen sehat berada di kisaran 0,1 hingga 0,5; angka di atas 0,5 hanya umum di produk dengan habit harian.
Apa itu DAU/MAU?
DAU/MAU adalah salah satu metrik retention paling sederhana di produk digital. Caranya: bagi jumlah pengguna unik harian rata-rata dengan jumlah pengguna unik bulanan dalam periode yang sama. Hasilnya menunjukkan persentase hari dalam sebulan ketika pengguna rata-rata kembali ke produk. Metrik ini sering dijadikan proxy untuk aha moment dan kekuatan habit loop.
Cara Membaca
| Rasio | Interpretasi |
|---|---|
| < 0,1 | Pengguna jarang kembali, indikasi onboarding atau value lemah |
| 0,1 hingga 0,2 | Sehat untuk produk konten atau e-commerce |
| 0,2 hingga 0,5 | Sangat baik untuk SaaS dengan use case mingguan |
| > 0,5 | Tipikal produk habit-forming seperti messaging atau social |
Kenapa Penting?
DAU/MAU memberi sinyal cepat ketika strategi retention bermasalah. Berdasarkan praktik pengukuran di proyek SaaS yang saya tangani, penurunan rasio dari 0,25 ke 0,18 dalam 4 minggu sering datang bersamaan dengan masalah aktivasi atau churn pasca-trial. Marketer dapat memakai metrik ini untuk membenarkan investasi pada drip campaign dan re-engagement push.
Referensi: Mixpanel: Stickiness Ratio Guide.
Pertanyaan Umum
Apakah DAU/MAU cocok untuk semua jenis bisnis?
Tidak. Produk dengan use case mingguan atau bulanan, misalnya tax filing tools, lebih tepat memakai WAU/MAU atau cohort retention.
Apakah angka tinggi selalu berarti baik?
Tidak otomatis. DAU/MAU tinggi di sampel kecil bisa misleading. Selalu pasangkan dengan ukuran absolut DAU dan tren pertumbuhannya.
Istilah Terkait