Digital Marketing

Shared Storage API

Vito Atmo
Vito Atmo·25 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Shared Storage API adalah ruang penyimpanan terbatas di browser milik satu origin yang bisa dibaca lintas konteks situs, tetapi hanya untuk output yang sudah disetujui Privacy Sandbox seperti URL selection atau aggregatable report. API ini cocok untuk frequency capping iklan, kontrol eksperimen, dan personalisasi sederhana tanpa cookie pihak ketiga. Per Mei 2026, API ini sudah didukung Chrome stable.

Apa itu Shared Storage API?

Shared Storage API menyediakan key-value store di browser yang isinya milik satu origin (misal adtech.example) tetapi dapat ditulis dari berbagai konteks pihak ketiga. Bedanya dengan localStorage konvensional, isi shared storage tidak boleh dibaca langsung dari JavaScript halaman, melainkan harus diproses dalam worklet terisolasi. Worklet ini hanya bisa mengeluarkan hasil dalam bentuk pilihan URL atau laporan agregat, sehingga isi sebenarnya tidak pernah bocor ke halaman pemanggil.

Konsep ini melengkapi Attribution Reporting API untuk pengukuran konversi, dan menjadi alternatif penyimpanan lintas situs setelah third-party cookies dihentikan.

Cara Pakai Sederhana

Use CaseOutput API
Frequency capping iklanselectURL
A/B testing renderingselectURL
Reporting agregatrun dengan Private Aggregation
Personalisasi kontenselectURL untuk variasi

Browser sengaja membatasi cara baca data agar tidak bisa dipakai sebagai tracker individu. Pola pakainya berbasis hash atau bucket, bukan ID pribadi.

Kenapa Penting?

Untuk marketer dan adtech, Shared Storage API menyelamatkan use case fundamental seperti frequency capping (memastikan satu pengguna tidak melihat iklan yang sama 20 kali) dan A/B testing lintas properti. Tanpa API ini, kontrol semacam itu hilang setelah cookie pihak ketiga mati. Memahami batasan API ini juga penting untuk diskusi dengan vendor Performance Max atau platform server-side tagging.

Pertanyaan Umum

Apakah Shared Storage API sama dengan localStorage?

Tidak. localStorage isinya bisa dibaca langsung dari JavaScript halaman dan dipartisi per top-level site di Chrome modern. Shared Storage isinya hanya bisa diproses dalam worklet dan unpartitioned per origin, dengan output yang terbatas.

Apakah aman untuk privasi?

Browser membatasi output supaya tidak bisa dipakai sebagai sidik jari individu. Tetap saja implementasi vendor harus diaudit, terutama untuk kepatuhan UU PDP.

Bagikan