Digital Marketing
First-Party Cookie
TL;DR: First-party cookie adalah cookie yang diset oleh domain yang sedang dibuka pengguna, bukan oleh pihak ketiga. Cookie ini menyimpan data seperti sesi login atau isi keranjang, dan tetap relevan di era pembatasan cookie pihak ketiga karena dianggap lebih privat dan andal.
Apa itu First-Party Cookie?
First-party cookie adalah berkas kecil yang disimpan browser atas perintah domain yang sedang Anda kunjungi. Kalau Anda membuka sebuah toko online lalu menambahkan barang ke keranjang, first-party cookie itulah yang mengingat pilihan Anda saat berpindah halaman. Berbeda dengan third-party cookie yang diset domain lain (biasanya untuk iklan lintas situs), first-party cookie berada di bawah kendali pemilik website itu sendiri. Karena itu ia jadi fondasi penting strategi first-party data.
First-Party vs Third-Party
| Aspek | First-party cookie | Third-party cookie |
|---|---|---|
| Pembuat | Domain yang dikunjungi | Domain lain |
| Fungsi umum | Sesi, preferensi, analitik | Tracking iklan lintas situs |
| Dukungan browser | Tetap didukung | Diblokir bertahap |
Kenapa Penting?
Browser besar terus memperketat third-party cookie, sehingga marketer perlu menggeser strategi ke data yang dikumpulkan langsung. First-party cookie menjadi jalur utama untuk personalisasi dan pengukuran yang patuh privasi. Penggunaannya tetap wajib disertai consent management yang jelas sesuai UU PDP di Indonesia. Saat ekosistem bergerak menuju cookieless, peran first-party cookie justru makin sentral. Panduan teknisnya bisa dirujuk ke dokumentasi MDN tentang cookie.
Pertanyaan Umum
Apakah first-party cookie aman dari pemblokiran browser?
Sebagian besar masih didukung penuh. Yang diblokir bertahap adalah cookie pihak ketiga, bukan first-party cookie untuk fungsi inti situs.
Apakah saya tetap butuh persetujuan untuk first-party cookie?
Untuk cookie fungsional inti umumnya boleh, tapi cookie analitik dan marketing tetap memerlukan persetujuan sesuai regulasi yang berlaku.
Istilah Terkait