Digital Marketing

First-Party Cookie

Vito Atmo
Vito Atmo·8 Juni 2026·1 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: First-party cookie adalah cookie yang diset oleh domain yang sedang dibuka pengguna, bukan oleh pihak ketiga. Cookie ini menyimpan data seperti sesi login atau isi keranjang, dan tetap relevan di era pembatasan cookie pihak ketiga karena dianggap lebih privat dan andal.

First-party cookie adalah berkas kecil yang disimpan browser atas perintah domain yang sedang Anda kunjungi. Kalau Anda membuka sebuah toko online lalu menambahkan barang ke keranjang, first-party cookie itulah yang mengingat pilihan Anda saat berpindah halaman. Berbeda dengan third-party cookie yang diset domain lain (biasanya untuk iklan lintas situs), first-party cookie berada di bawah kendali pemilik website itu sendiri. Karena itu ia jadi fondasi penting strategi first-party data.

First-Party vs Third-Party

AspekFirst-party cookieThird-party cookie
PembuatDomain yang dikunjungiDomain lain
Fungsi umumSesi, preferensi, analitikTracking iklan lintas situs
Dukungan browserTetap didukungDiblokir bertahap

Kenapa Penting?

Browser besar terus memperketat third-party cookie, sehingga marketer perlu menggeser strategi ke data yang dikumpulkan langsung. First-party cookie menjadi jalur utama untuk personalisasi dan pengukuran yang patuh privasi. Penggunaannya tetap wajib disertai consent management yang jelas sesuai UU PDP di Indonesia. Saat ekosistem bergerak menuju cookieless, peran first-party cookie justru makin sentral. Panduan teknisnya bisa dirujuk ke dokumentasi MDN tentang cookie.

Pertanyaan Umum

Sebagian besar masih didukung penuh. Yang diblokir bertahap adalah cookie pihak ketiga, bukan first-party cookie untuk fungsi inti situs.

Untuk cookie fungsional inti umumnya boleh, tapi cookie analitik dan marketing tetap memerlukan persetujuan sesuai regulasi yang berlaku.

Bagikan