Digital Marketing

Third-Party Cookie (Cookie Pihak Ketiga)

Cookie yang disetel oleh domain berbeda dari domain yang sedang dikunjungi pengguna, biasanya dipakai untuk tracking lintas situs oleh jaringan iklan dan analytics.

Vito Atmo
Vito Atmo·4 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Third-party cookie adalah cookie yang disetel oleh domain berbeda dari domain situs utama yang sedang dikunjungi pengguna, paling sering dipakai jaringan iklan dan analytics untuk membangun profil tracking lintas situs. Sejak 2024 Chrome mulai membatasi cookie ini secara bertahap, dan per 2026 sebagian besar browser sudah memblokirnya secara default sehingga marketer harus pindah ke first-party data dan server-side tracking.

Third-party cookie adalah berkas kecil yang ditanam di browser pengguna oleh domain selain domain yang sedang dibuka. Misalnya, ketika seseorang membuka tokoanda.co.id lalu halaman itu memuat skrip dari doubleclick.net atau facebook.com, kedua domain pihak ketiga ini bisa menyetel cookie sendiri di browser pengguna. Cookie inilah yang dipakai untuk mengenali pengguna yang sama saat ia berpindah dari satu situs ke situs lain.

Berbeda dari first-party data yang dikumpulkan langsung oleh pemilik situs, third-party cookie memungkinkan pengiklan menyusun profil perilaku pengguna lintas situs tanpa hubungan langsung. Praktik inilah yang menjadi dasar retargeting, audience matching di Meta dan Google Ads, sampai pengukuran konversi lintas domain.

AspekFirst-PartyThird-Party
Domain pemilikDomain yang dikunjungiDomain eksternal
AksesHanya situs pemilikLintas situs
Status di Chrome 2026Aktif defaultDibatasi/diblok
Pemakaian umumLogin, preferensi, analytics 1PIklan, retargeting, attribution

Kenapa Penting?

Per April 2026, mayoritas browser modern sudah membatasi atau memblokir third-party cookie secara default. Marketer Indonesia yang masih bergantung pada model lama akan melihat sample audience menyusut, attribution jadi tidak akurat, dan biaya akuisisi naik. Kondisi ini mendorong pergeseran ke [Consent Mode v2](/glosarium/consent-mode), Server-Side GTM, dan first-party data strategy.

Pertanyaan Umum

Belum sepenuhnya, tetapi sebagian besar browser konsumen sudah memblokir secara default. Asumsi praktis untuk perencanaan: anggap saja sudah tidak tersedia.

Apa pengganti yang paling realistis?

Kombinasi first-party data, server-side event tracking, dan Consent Mode v2 untuk modeling konversi yang hilang.

Bagikan