Digital Marketing

Lead Velocity Rate (LVR)

Vito Atmo
Vito Atmo·8 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Lead Velocity Rate (LVR) mengukur pertumbuhan jumlah qualified lead dari bulan ke bulan dalam bentuk persen. Karena leverage pendapatan biasanya tertinggal beberapa bulan dari leads, LVR menjadi sinyal awal yang lebih cepat dibanding angka revenue itu sendiri.

Apa itu Lead Velocity Rate?

Lead Velocity Rate adalah laju pertumbuhan qualified lead yang masuk ke pipeline, dihitung bulan ke bulan. Rumusnya sederhana: ((leads bulan ini - leads bulan lalu) / leads bulan lalu) x 100. Bila bulan lalu masuk 40 qualified lead dan bulan ini 50, LVR-nya 25 persen. Karena lead hari ini adalah pendapatan beberapa bulan ke depan, LVR berfungsi sebagai indikator yang menatap ke depan, bukan menengok ke belakang seperti laporan revenue.

Cara Menghitung dan Membaca

KomponenKeterangan
Basis hitungHanya qualified lead, bukan semua kontak masuk
PeriodeBulan ke bulan agar tren terlihat cepat
Target sehatKonsisten positif, idealnya double digit untuk bisnis bertumbuh
Pasangan metrikBandingkan dengan conversion rate dan CAC

LVR yang naik tapi conversion rate turun adalah sinyal kualitas lead memburuk, bukan kemenangan.

Kenapa Penting?

Bagi marketer dan pebisnis di Indonesia yang sering hanya melihat angka penjualan akhir bulan, LVR memberi peringatan dini. Jika LVR melambat hari ini, revenue kemungkinan melambat satu sampai tiga bulan lagi, dan itu memberi waktu untuk mengoreksi kampanye sebelum dampaknya terasa di kas. Metrik ini paling berguna ketika dipadankan dengan kesehatan funnel secara keseluruhan.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya LVR dengan MRR growth?

LVR mengukur pertumbuhan lead di awal funnel, sementara MRR growth mengukur pertumbuhan pendapatan di akhir. LVR bergerak lebih dulu, jadi cocok sebagai prediktor.

Berapa LVR yang dianggap baik?

Tidak ada angka mutlak karena bervariasi per industri dan ukuran bisnis. Yang lebih penting adalah konsistensi tren positif dari bulan ke bulan.

Bagikan