Digital Marketing

LTV (Customer Lifetime Value)

LTV adalah total nilai pendapatan rata-rata yang dihasilkan satu pelanggan selama relasi mereka dengan bisnis. Metrik utama untuk menentukan budget akuisisi.

Vito Atmo
Vito Atmo·2 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: LTV (Customer Lifetime Value) adalah total pendapatan rata-rata yang dihasilkan satu pelanggan selama mereka aktif bertransaksi dengan bisnis Anda. Rumus dasar: nilai pesanan rata-rata x frekuensi pembelian per tahun x rata-rata tahun retensi. Bisnis sehat menjaga rasio LTV terhadap CAC di angka 3:1 atau lebih tinggi.

Apa itu LTV?

LTV (Lifetime Value), kadang ditulis CLV (Customer Lifetime Value), adalah estimasi nilai ekonomi total yang seorang pelanggan kontribusikan ke bisnis Anda sejak transaksi pertama hingga mereka berhenti. Metrik ini menjawab pertanyaan strategis: berapa pantas saya keluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan baru?

Bayangkan kafe kopi langganan. Pelanggan A datang sekali, beli kopi 35 ribu, lalu hilang. Pelanggan B datang 2x seminggu selama 2 tahun. Secara akuisisi mungkin keduanya butuh biaya iklan yang sama, tapi nilai mereka untuk bisnis berbeda jauh. LTV memaksa marketer melihat bisnis dari kacamata jangka panjang, bukan transaksi tunggal.

Rumus LTV Sederhana

VariabelContoh UMKM kafe
Average Order Value (AOV)Rp 45.000
Frekuensi pembelian / tahun24 kali
Retensi rata-rata (tahun)1,5
LTVRp 1.620.000

Ada versi yang lebih ketat dengan margin laba kotor dan discount rate, tapi versi di atas cukup untuk awal. Untuk SaaS, rumus berubah: ARPA (average revenue per account) bulanan dibagi churn rate bulanan. Praktik yang saya pakai di project klien: hitung LTV secara cohort, jangan rata-rata global, karena perilaku tiap segmen pelanggan berbeda jauh.

Kenapa Penting?

LTV menentukan plafon CAC. Jika LTV pelanggan Anda Rp 1,6 juta dan rasio sehat 3:1, artinya budget akuisisi maksimum sekitar Rp 530 ribu per pelanggan. Tanpa angka ini, budget iklan jadi tebak-tebakan. LTV juga membantu menjustifikasi investasi retensi: program loyalty, marketing automation, atau customer success. Riset Bain & Company yang sering disitir menyebut peningkatan retensi 5% bisa menaikkan profit 25-95%, tergantung industri.

Pertanyaan Umum

Kapan paling tepat menghitung LTV?

Setelah Anda punya minimal 6-12 bulan data transaksi untuk satu cohort pelanggan. Sebelum itu angkanya terlalu spekulatif karena belum ada data retensi yang valid.

Apa bedanya LTV dan CLV?

Praktis sama. LTV (Lifetime Value) lebih populer di SaaS dan e-commerce, CLV (Customer Lifetime Value) lebih sering muncul di literatur akademik marketing. Rumusnya identik.

Bagikan